“Hummm…….. Kenapa harus begini?” gumam Reyza dalam hati sambil menikmati udara malam hari.
“Kenapa ini bisa bersamaan? kenapa aku gak kehilangan pacar saja? kenapa aku juga harus kehilangan sahabat-sahabatku juga…..?” Reyza hanya bisa merenung dan melamun. Memikirkan apa kesalahan yang telah dia perbuat hingga bisa terjadi seperti ini.
Disekolah Reyza duduk sendirian dibangku paling belakang. Tanpa Reyza sadari tiba-tiba dari arah belakang…
“Wooooyyyy” Getak Aryo dari belakang Reyza tersentak kaget, sampai-samapi dia terjatuh.
“ Gila apa Lo. Gue ampe jatuh nich.” sentakku
“ Abis sich lo pagi-pagi gini udah ngelamun, gak baek tau. Tapi kalo lo ngelamunin gue sich gak papa.”
“ Idich…… GR banget sich jadi orang. Gak penting tau gue ngelamunin cowok kayak lo”
“ Kalo gak ngelamunin gue trus lo ngelamunin sapa? lo ada masalah? kalo ada ceritai ja ke Gue, gue siap kok dengerinnya.”
“ gue gak ada masalah apa-apa kok. Udah gie lo duduk kebangku lo sendiri, udah bel tuh”
“ okey dach Baby…….”
“ Dasar Orang Sinting.” Gumam Reyza sambil melemparkan penghapus kearah Aryo
Aryo memang anak yang baik dan lucu. Walaupun dia anak orang kaya tapi dia tidak belagu dan sombong. Dia baik dan menyenangkan. Pelajaran berjalan membosankan bagi Reyza karena dia duduk sendiri. Biasanya disela-sela pelajaran begini, pasti ada ulah dari Sofi atau Hera. Kalau tidak begitu Niken yang membuat ulah. Pokoknya kalau mereka berempat bersama dunia tidak mungkin Sepi. Bel istirahat sudah berbunyi, anak-anak mulai berhamburan keluar kelas dan berbondong-bondong ke kantin. Tapi Reyza tidak, Reyza masih duduk didekas dan ingin sendiri……
“ Rey kenapa lo gak gabung sama geng centil lo?” Tanya Aryo.
Tanpa menjawab sepatah katapun Reyza langsung memeluk Aryo dan menangis.
“ Sudah….. Sudah, Kalo lo emang pengen nangis, gak papa lo puas-puasin aja nangisnya. Gue relain pundak gue buat sandaran lo nangis. Tapi jangan lo ilerin baju gue.”
“ Lo tuh gimana sich, temen lagi nangis masih sempet-sempetnya lo bercandain.” Sentak Reyza sambil memukul Aryo.
“ Bukannya gitu Rey, gue gak mau aja ngeliat lo sedih. Gue pengen liat Reyza yang selalu ceria. Reyza yang selalu tegar dan tomboy.”
“ Gue gak bisa yo. Gue gak bisa…….”
“ Kenapa lo gak bisa……???”
“ Lo tau kan Rendy. Gue kemaren diputuzin gitu aja tanpa kejelasan apapun. Katanya dia masih cinta gue, tapi gue diputusin gitu aja. Padahal gue cinta banget sama dia yo. Gue masih pengen ngejalanin hubungan sama dia.”
“ Udahlah Rey masak gara-gara cwok aja lo jadi berubah gini…..???”
“ Bukan itu aja yo, Sofi, Hera, ma Niken juga ninggalin gue. Mereka gak mau temenan lagi ama gue yo. Mereka ninggalin gue. Gue gak punya siapa-siapa lagi yo. Gue gak punya tenaga untuk kembali ceria.”
“ Disini kan masih ada gue yang siap nemenin lo. Di rumah ada ayah, ibu n adik yang sayang dan peduli sama lo. Apa itu gak cukup Rey? Kebahagiaan gak datang dari pacar or dari sahabat kita aja. Kebahagiaan bisa datang dari siapapun, bahkan orang yang baru lo kenalpun bisa. Lo yang sabar aja, jalanin ini semua dengan ikhlas. Disini masih ada yang peduli sama lo.”
“ Lo sich gampang Yo bilang kayak gitu. Tapi gue yang ngejalanin ini semua. Coba kalo lo diposisi gue. Pasti Lo juga bakal kayak gini.”
“Emang gue gak ada diposisi lo sekarang, dan gue juga gak pernah ngalami peristiwa seperti ini. Tapi gue gak sanggup dan gak mau liyat lo terus-terusan kayak gini. Tatap mata gue Rey. Apa Lo mau terus-terusan hidup sendiri?”
“ Engak Yo, gue gak mau terus-terusan kayak gini. Gue pengen mereka kembali. Gue gak pengen sendiri.”
“Kalo lo gak mau sendiri lo bangkit Rey, jangan terus-terusan menyendiri kayak gini. Lo harus, kudu, dan wajib ceria lagi. Lo pasti pengen tau kan apa sebabnya mereka tiba-tiba ninggalin lo gitu aja tanpa kejelasan?”
“Tapi gue gak sanggup ngejalani semua ini sendirian yo. Lo temenin gue ya.”
“Oke Princes. Gue dan temen-temen gue pasti nemenin lo dan dukung lo.”
******
Tiga bulan sudah berlalu tapi Reyza belum mendapatkan informasi sedikitpun. Tapi Reyza tak sendirian lagi. Reyza bahagia karena masih ada teman yang menemaninya yaitu Aryo, Fandi, dan Dika. Jam sudah menunjuk pukul 7 tapi Reyza masih bermalas-malasan diranjang. Hari ini dia ingin istirahat dan tidur seharian karena semalaman dia tak bisa tidur. Semenjak kejadian di bulan Januari itu kepalanya sering sakit dan dia jarang tidur. Walau Aryo sudah menenangkannya, tapi kadang otaknya terus memikirkan hal itu. Walau sudah coba berbagai macam cara agar Reyza bisa tak memikirkan masalah iu, tapi tetap saja hal itu menghantui pikirannya.
“ Reyza….. Reyza….. Ayo cepat bangun nak, diluar ada seseorang yang mencari kamu.” Teriak mama Sambil mengetok-ngetok pintu kamar Reyza.
“ Iya mam, Reyza bangun.” Dengan malas Reyzapun bangun dari ranjang.
Setelah sampai ruang tamu Reyza melihat seorang gadis bermata sipit memakai baju warna hijau. Rambutnya panjang dan dibiarkan terurai. Tapi Reyza tak mengenalinya.
“ Ada keperluan apa nyari gue?” Tanya Reyza pada gadis itu
“Kenalin Gue Friska, Gue temen kuliahnya Rendy. Gue pengen ngomong sesuatu sama lo.”
“Bicara tentang apa? Apa ini ada sangkut pautnya dengan Rendy?”
“Gue udah kenal Rendy sejak pertama kuliah. Dulu gue, Rendy, dan Angel selalu bersama. Rendy selalu cerita tentang kamu. Setiap hari ngak bosan-bosannya Rendy bicara tentang lo. Dia selalu puji-puji lo. Katanya dia sangat cinta sama lo, dia pengen hidup sama lo. Tapi kemaren waktu gue pulang keJakarta dan bertemu dia. Dia cerita kalo kalian udah putus. Kalo boleh tau memang apa sebab kalian putus?”
“Hmmm,,,,, Gue gak tau harus cerita gimana. Gue bingung apa yang harus gue jelasin ke lo.”
“Lo tinggal cerita aja gimana kejadiannya, karena kemarin Rendy gak sempet ngejelasin.”
“Gue gak tau, gue gak tau kenapa Rendy mutusin gue. Waktu itu tiba-tiba Rendy mutusin gue gitu aja.” Jawab Reyza sambil meneteskan butiran-butiran bening yang membasahi pipinya.
“Ogh jadi lo putus gak tau pa penyebabnya? Apa lo udah coba tanya keRendy kenapa.”
“Aku udah nyoba tanya tapi malah aku dimaki-maki. Katanya itu gak penting. Dan setiap kali aku sms. Dia selalu tanya siapa. Apa dia udah ngelupain gue?”
“Waduh gue gak tau tentang itu karena gue baru aja pulang dari Singapore. Ea sudah gue bakal bantuin lo nyelesein masalah ini. Tapi gue harus tunggu Rendy pulang ke Jakarta dulu. Soalnya dia masih ada keperluan di Bandung.”
“Makasih udah mau bantuin gue.”
“Iya sama-sama. Ya sudah gue pulang dulu ya. Kalo da kabar pasti gue kabarin lo kok.”
******
Reyza merasa sedikit tenang karena ada yang membantunya menyelesaikan masalahnya selain bantuan dari Aryo, Fandi dan Doni.
“Rey ayo kita berangkat” Teriak mama mengajak Reyza cek up
“Iya ma Tunggu sebentar” jawab Reyza sambil tergesa-gesa
Setelah sampai dirumah sakit Reyza langsung cek up dan menunggu hasilnya.
“ gimana dok hasilnya” Teriak mama menghampiri dokter yang baru keluar dari labolatorium
“ Sebenarnya saya berat untuk mengatakan ini pada nyonya. Tapi saya harus mengatakannya pada nyonya, anak nyonya terkena kangker otak. Dan hidupnya tidak bertahan lama.” Kata dokter dengan raut wajah yang muram
Reyza shog mendengar pernyataan dari dokter, dan diapun pingsan. Setelah Reyza sadar mama dan papa langsung memeluknya.
“Papa dan Mama sayang sama kamu Reyza” Kata Papa pada Reyza
“Reyza juga sayang sama Mama dan Papa.”
“Mama gak sanggup bila kehilangan Reyza.” Sahut Mama sambil memeluk Reyza dan menangis
“Mama, Kalo Reyza gak ada kan masih ada adik Zenda. Mama jangan sedih ya, Reyza gak mau mama dan papa sedih memikirkan Reyza. Reyza gak pengen papa dan mama menangisi kepergian Reyza.”
“Baiklah mama gak akan nangis lagi. Asalkan itu bisa membuat Reyza senang.”
Awalnya Reyza tidak bisa menerima kenyataan yang menimpanya itu. Tapi setelah dia fikirk dan dia renungkan, untuk apa dia begitu. Hidup dan mati seseorang Alloh yang menentukan. Kehidupan didunia ini hanyalah titipan.
******
“Woy Rey kenapa beberapa hari ini lo gak masuk?” tanya Dika.
“ Gue sakit Dik.” Jawabnya lemas
“ Jadi lo bisa sakit juga Rey, gue kira lo gak bakalan bisa sakit.”
“ Giling, Gue juga manusia biasa kali. So gue bisa sakit juga. Apa lagi sakit hati.”
“Ogh begitu ya, Ya udah Rey, ayo kita ke kantin. Gue teraktir dech.”
“Ada angina pa lo neraktir gue. Biasanya ja lo ngutang.”
“Gue jadian sama Niken.”
“ Waduh selamat ya.”
Reyza, Dika, Aryo, dan Fandi pergi bersama menuju kantin. Ternyata disana juga ada Niken, Hera dan Sofi.
“ Nik ayo gabung sini sama kita.” Teriak Fandi
“Gak mau ah, enakan disini aja, kalo Kita disitu. Kita jadi gak selera makan.” Cetus Hera
“ Kalo lo gak suka gue, gak usah gitu napa.” Teriak Reyza sambil marah
“Emangnya kenapa? Hak-hak kita dong mau ngapain ja. Kita disini sama-sama bayar.” Balas Sofi
“Ea gue tau, tapi apa salahnya sich kalian gabung? Toh disini juga ada pacarnya Niken.”
“Niken………” Teriak Hera dan Sofi hampir bersamaan.
“ Oh Jadi gitu. Tega ya lo.” Sentak Nia
“Udah Hera, Emang apa salahnya kalo Niken dan Dika jadian.” Jawab Reyza
“Mereka gak salah, tapi yang salah itu lo. “
“Emang apa salah gue ke loe?”
“Hello,,,,, jadi orang nyadar dong. Masak udah ngelakuin kesalahan gak tau letak kesalahannya.”
“Gue bener-bener gak tau apa salah gue ke kalian.”
“Apa lo gak sadar lo udah nyakitin hati gue dan Sofi Rey. Lo udah hancurin harapan gue ke Aryo. Lo udah punya Rendy, tapi kenapa lo masih aja deketin Aryo dan Fandi. Apa lo gak sadar kalo Sofi suka sama Fandi dan gue suka sama Aryo.”
“Gue gak ada hubungan apa-apa sama Aryo dan fandi. Kita hanya berteman.”
“Iya itu bener, gue gak ada hubungan apa-apa dengan Reyza. Kami hanya berteman.” Aryo menjelaskan.
“Maafin kami Rey, kami udah jahat sama lo.” Kata Sofi sambil memeluk Reyza. Akhirnya persahabatan Reyza kembali lagi seperti dulu. Niken dan Aryo, Sofi dan Fandi mereka sudah menjalin kisah asmara.
******
Hari ini hujan deras menguyur kota Jakarta. Tapi itu tidak menghentikan langkah gadis-gadis cantik ini untuk bersenag-senang bersama. Mereka berbelanja bersama-sama sambil bercanda.
“Rey gimana hubungan lo sama Rendy?” tanya Sofi
“Hubunga gue sama dia udah berakhir tiga bulan yang lalu.”
“Yang benar Rey? Terus sebabnya apa Rey?” Sahut Niken
“Gue gak tahu Nik . Tiba-tiba Rendy mutusin gu gitu aja.”
“ Ogh gue inget, Gue pernah liyat Rendy jalan sama cewek. Mereka kelihatan mesra banget.” Sahut Hera tiba-tiba.
“Lo ngeliat Rendy dimana? Terus ceweknya itu siapa?” sentak Reyza
“ Di mall ini. Waktu itu gue lagi cari-cari baju. Kalo ngak salah sich dia sama Angel.”
“Angel? Bukannya Angel dan Rendy hanya sebatas sahabat. Tapi bisa aja. Soalnya kata sepupu gue Angel suka sama Rendy sejak awal mereka ketemu.” Sahut Sofi
Tiba-tiba terdengar suara memanggil Reyza dari arah belakang.
“Iya Ada apa?” sahut Reyza sambil menoleh kebelakang
“ Rey gue udah tau penyebab Rendy mutusin lo. Kemaren gue ketemu dia dirumahnya Angel. Dan gue banyak ngobrol sama mereka berdua.”
“Emang apa sebabnya Rendy mutusin gue?” tanya Reyza penasaran
“ Lo tenang dulu ya Rey. Alasan Redy mutusin lo karena lo main-main di belakang dia. “
“ Gue selingkuh? Gue gak pernah main-main dibelakang dia.” Jawab Reyza sambil marah
“ Kata Angel lo udah selingkuh sama Tomi sejak 6 bulan yang lalu, Rendy dapet informasi ini dari Angel. Dan dia dapet info itu dari lo sendiri.”
“ Gue gak pernah ada hubungan dengan Tomi, gue gak pernah selingkuh dan gue gak mainin perasaannya Rendy.”
Kepala Reysa tiba-tiba sangat sakit dan dari hidungnya keluar darah. Tak lama kemudian akhirnya Reyza tak sadarkan diri dan dilarikan kerumah sakit.
******
Dirumah sakit semua panik memikirkan keadaan reyza.
“ Tante sebenarnya Reyza kenapa?” tanya Niken
“ Sebenarnya Reyza terkena penyakit…..” mama tidak melanjutkan omongannya dan langsung menangis
“ Sudahlah Ma, apa mama gak inget janji mama pada Reyza. Kalo mama gak bakalan sedih.” Sahut Papa menenangkan Mama.
“ Tapi mama gak sanggup pa kalo kehilangan Reyza sekarang.”
“ Sebenarnya ada sich om dan tante……?? Tanya Aryo
“ Bulan lalu kami memeriksakan Reyza kedokter. Dan kata dokter Reyza terkena penyakit kangker otak.”
“ Apa? Jadi selama ini Reyza merahasiakan penyakitnya ini dari kita.” Sentak Doni
Semua teman-teman Reyza sanggat kaget dan sedih mendengar berita tentang penyakit yang menyerang Reyza itu. Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan dimana reyza dirawat dan menghampiri mama Reyza.
“ Nyonya Reyza sudah sadar.”
“ Apa kami boleh masuk dok?” Tanya mama Reyza sambil menghapus air mata yang ada dipipinya.
“ Ya nyonya, silahkan masuk.”
Semua masuk kedalam ruangan dimana Reyza sedang dirawat. Kecuali Friska dan Tomi yang tidak masuk. Mereka berdua pergi ke Kantin dirumah sakit.
“ Sebenarnya lo ada hubungan khusus apa dengan Reyza?” tanya Friska
“ Gue gak ada hubungan apa-apa dengan dia. Emang kenapa lo tanya gini ke gue?”
“ Kok ada yang bilang Lo sama Reyza pernah ada hubungan khusus. Ea bisa dibilang pacaran mungkin.”
“ Gue gak pernah pacaran sama dia. Gue akuin, emang sebenarnya gue ada rasa sama dia tapi gue gak berani nyatain perasaan gue kedia. Karean Reyza sanggat mencintai Rendy.”
Tak berapa lama kemudian Rendy dan Angel mendatangi Tomi dan Friska. Mereka berbincang-bincang. Dan akhirnya Angel berterus terang kalau dia telah membuat cerita palsu. Rendy sanggat marah, dan dia pun memutuskan hubungannya dengan Angel. Dan segera lari menuju kamar dimana reyza dirawat. Tapi sayang sekali setelah Rendy sampai dikamar, Reyza sudah meninggal. Rendy sangat menyesal karena dia telah meninggalkan Reyza begitu saja, padahal sebenarnya rendy masih sangat mencintai Reyza.
“ Rey bangun Rey, Gue minta maaf Rey. Gue minta maaf karena udah ninggalin lo gitu aja. Gue pengen hidup sama lo Rey. Gue cinta banget sama lo, jangan pergi ninggalin gue Rey. Gue gak sanggup kehilanggan lo.” Kata Rendy sambil menangisi kepergian orang yang dicintainya.
“ Udahlah Ren, Relain aja Reyza pergi. Reyza udah maafin lo kok. Dia gak pernah benci sama lo. Dia tetep cinta sama lo” Kata Aryo nenanggin Rendy
“ Iya Ren, Lo yang tabah dan ikhlas ya. Gue tadi dapat pesan dari Reyza sebelum dia pergi. Dia pengen liat orang-orang yang dicintainya tidak menangis karena ditinggalkannya.” Sahut Hera
“ Baiklah kalau begitu, gue gak akan sedih lagi. Tapi gue masih belum bisa relain dia. Gue belum bisa bahagiain dia.” Jawab Rendy
“Oh iya ini ada titipan buat lo Ren, ini adalah kumpulan puisi-puisi Reyza yang isinya tentang lo semuanya.”
Akhirnya semua bisa menerima kepergian Reyza. dan Reyza bisa tenang karena mazalah dengan sahabat dan pacarnya sudah tuntas.
THE END