Wuuuussssttttt............... terdengar suara angin yang bertiupan seakan menandakan malam ini akan turun hujan. Suasana dikamar ini sungguh sangat dingin dan mencekam. Aku disini sendiri duduk terpaku dipojok kamar. Dengan linangan air mata yang membasahi pipi.
“ Apa salahku? Sehingga selama satu tahun ini aku tak dianggapnya. Selama ini aku hanya sebagai pelarian cintanya.” Itu lah yang menjadi pikiranku saat itu. Aku tak mau mendengar penjelasan darinya, aku tak mau lagi mengenal dirinya. Sudah cukup kesabaranku selama ini menghadapi sikapnya. Sia-sia aku memberikan kesempatan kedua padanya. Aku tak menyangka dia akan seperti ini padaku, pertama diam-diam dia menjalin cinta dibelakangku hingga hubungan mereka berjalan dua bulan. Yang kedua selama ini aku hanya dijadikan pelarian dan pelampiasannya. Selama satu tahun ini yang Hendri cintai bukan aku, yang dia nanti dan tunggu adalah gadis lain, dan yang dia harapkan bukan cintaku tapi cinta dari Retno.
*******
Aku jadi teringat tentang kisah cintaku yang lain. Yang akhirnya berujung dengan tangisan dan sakit hati. Dengan Rudi hubunganku berujung selingkuh. Dengan Setiyawan atau yang biasa dpanggil Awan, hubungan yang awalnya kami bangun dengan rasa pelampiasan dan rasa iseng akhirnya tumbuh menjadi sebuah cinta yang kuat, hingga hubungan kami berdua berjalan selama kurang lebih delapan belas bulan. Keluarga kami pun sudah tahu tentang hubungan kami. Dan mereka tidak melarang hubungan kami. Apa lagi Ayahnya, beliau selalu menyuruhku untuk bermain kerumahnya, namun aku tak menuruti keinginan beliau karena aku merasa tidak enak dengan tetangga diseitar rumah kami. Hubungan kami berdua berakhir di penghujung tahun 2007. Ya sebuah kata perpisahan yang terlontar dari mulutnya, yang sampai sekarang aku masih bingung dengan alasan dia, sehingga melontarkan kata-kata yang tak pernah aku harapkan. Selama 4 tahun ini aku masih mengharapkan dirinya kembali lebi-libih karena Awan adalah cinta pertamaku. Aku ingin dia menjelaskan semuanya padaku agar semua yang semu menjadi terang.
Kisah perjalanan cintaku yang selanjutnya dengan Atta. Yah dia adalah kakak kelasku sewaktu SMP. Kami jadian tiga hari setelah aku putus dengan Awan. Kelihatannya Awan sangat marah dan membenciku setelah dia tahu kalau aku menjalin kisah asmara dengan Atta. Tapi ini aku lakukan agar aku bisa melupakan dan tak mengharapkan cinta dari Awan. Namun ini tak berhasil, hubunganku dengan Atta hanya berjalan selama enam bulan saja.Dan aku juga belum bisa melupakan Awan.
Setelah itu aku memutuskan untu lebih fokus pada pelajaran. Namun masih ada godaan yang datang. Septian Budi Pratama, itulah salah satu nama teman Awan yang masuk dalam kehidupanu. Dia berkata “ Aku beranji aku akan membantumu untuk melupakan Awan. Kamu pasti bisa untuk melupakan dia.” Itulah kata-kata motivasi yang dia berikan. Akhirnya tanpa bertemu dengannya terlebih dahulu kami berpacaran. Namun hubungan kami hanya berjalan sekitar satu minggu. Karena Atta mengatakan kalau Septian sudah mempunyai pacar. Ya alloh, sakit sekali hatiku ini. Walau hati ini tak benar-benar menyukainya.
Setelah itu aku memutuskan untu lebih fokus pada pelajaran. Namun masih ada godaan yang datang. Septian Budi Pratama, itulah salah satu nama teman Awan yang masuk dalam kehidupanu. Dia berkata “ Aku beranji aku akan membantumu untuk melupakan Awan. Kamu pasti bisa untuk melupakan dia.” Itulah kata-kata motivasi yang dia berikan. Akhirnya tanpa bertemu dengannya terlebih dahulu kami berpacaran. Namun hubungan kami hanya berjalan sekitar satu minggu. Karena Atta mengatakan kalau Septian sudah mempunyai pacar. Ya alloh, sakit sekali hatiku ini. Walau hati ini tak benar-benar menyukainya.
“Hmmmmmm........ apa sebenarnya salahku? Apa ini sebuah karma? Tapi aku hanya berselingkuh satu kali. Namun kenapa lima kali aku berpacaran. Empat kali aku dihianati?” aku bertanya sendiri dalam hati.
“Oh Tuhan... Apa tidak ada sebuah kebahagiaan yang datang padaku?
“Oh Tuhan... Apa tidak ada sebuah kebahagiaan yang datang padaku?
*******
Keesokan harinya aku bercerita pada sahabatku tentang masalahku ini.
“ Vir, aku putus lagi dengan hendri” kataku pada teman sebangkuku
“ Vir, aku putus lagi dengan hendri” kataku pada teman sebangkuku
“ Lha apa masalahnya?” tanya Virgi
“ Selama ini dia tidak menganggap aku Vir, yang dia cintai bukan aku tapi Retno.”
“ Maksud kamu Retno alumni SMA Negeri 5 itu?”
“ Iya, ternyata selama ini Hendri udah berbohong. Mereka sudah mengikat janji kalau hendri sudah bekerja maka hubungan mereka akan direstui oleh kedua orang tua Retno.”
“ Jadi sekarang Hendri sudah direstui sama orang tua Retno?”
“ Nggak Vir, orang tuanya masih tidak mengizinkan hubungan mereka. Mangkanya Hendri sekarang merasa kecewa dan marah. Aku menghargai kejujuran Hendri, tapi hatiku sakit. Namun aku masih sayang Dia Vir, aku bingung.”
“ Sudahlah Tya, yang sabar aja. Tapi berarti selama ini kamu hanya pelariannya saja?.”
“ Aku tak tahu, kemarin aku tanya padanya. Dia malah balik nanya padaku.”
“ Memangnya dia tanya apa padamu?”
“ Sudahlah jangan terlalu dipikirkan Tya. Kamu jalani saja semuanya. Pasti ada hikmah dibalik semua ini.”
Mendengar perkataan Virgi aku merasa agak tenang, namun aku masih memikirkan masalah ini. Aku sungguh tidak menyangka jika hubunganku dengannya harus berujung seperti ini. Malam harinya aku menyalakan Laptop yang selalu menemaniku dan selalu menjadi tempat curahanku. Malam ini aku tak bersemangat untuk membuka buku. Dalam keadaan tidak sadar, tiba-tiba terdengar ponselku berbunyi. Ternyata ada pesan yang masuk.
“ Ahh... pesan dari Hendri. Mau apa lagi dia? Apa dia belum puas menyakiti aku?” Tanyaku sendiri dalam hati. Setelah aku buka ternyata masih sama dia menjelaskan semuanya. Dan kali ini dia mengajakku untuk kembali padanya. Namun sulit sekali rasanya menerima dirinya kembali setelah apa yang telah dia perbuat padaku walau sejujurnya masih ada rasa sayang pada dirinya. Masih terlarut aku dalam hayalan kenangan masa lalu. Tiba-tiba terdengar lagi suara handphoneku berdering. Ternyata ada pesan dari Dika dan Rudi. Akhirnya aku bercerita pada mereka tentang masalahku dengan Hendri. Setelah mendengarkan ceritaku tadi Rudi mempunyai inisiatif, dia akan mengenalkanku pada temannya. Akupun tak bisa menolaknya karena aku ingin membuka lembaran baru dan bisa melupakan Hendri sekaligus Awan. Lain halnya dengan Rudi, Dika malah menelephoneku dan menghiburku.
“ Hallo,,,, assalamu’alaikum.” Sapa Dika memastikan ada yang menjawab.
“ Walaikumsalam. Ada apa?” tanyaku
“ Tidak ada apa-apa. Apa ngak boleh aku menephonemu?”
“ Ya boleh sajalah, tapi... aneh saja.”
“ Aneh kenapa?”
“ Ya aneh saja.”
“ Ya kamu itu yang aneh. Eh apa kamu ngak dimarahin. Kalau aku menelephonemu?”
“ Ngak ada kok. Memang siapa juga yang marah?”
“ Ya barang kali pacar kamu, atau orang tuamu?”
“ Udah jangan bahas lagi tentang pacar. Aku ngak punya pacar. And kalau orang tua, ngak marah kok. Kan aku ngak tingal bersama mereka.”
“ Ngaklah, aku tinggal sama nenek, tapi kadang pulang kerumah ortu sich.”
“ Oh begitu.... aku kemarin lewat rumah kamu lo Tya?”
“ Yang benar, eamangnya kamu tahu rumahku?”
“ Kemarin aku main kerumah temanku, dan aku dikasih tau sama dia.”
“ Oh begitu ya?”
Itulah awal kedekatanku dengan Dika. Entah apa yang terjadi denganku. Aku merasa nyaman sekali bila bersamanya.
*******
Pagi-pagi sekali aku merasakan sesuatu yag berbeda. Aku merasa sangat bersemangat. Entah apa yang membuatku seperti ini. Dan aku ingin dengan Dika. Aku ingin mendengar suaranya.
Saat-saat yang aku tunggu pun datang, pukul 21.00 tepat dia kembali menelephoneku. Namun malam ini rasanya aku tak ingin telephone ini berakhir. Akhirnya pukul 00.08, aku ganti yang menelephonenya karena pulsa Dika sudah habis. Telephone kami berakhir pukul 03.00 karena Rizky menyuruhku untuk sholat malam. Namun setelah itu kami melanjutkannya lagi sampai subuh. Pagi-pagi mataku sulit untuk dibuka. Aku merasa sangan ngantuk sekali karena semalam aku hanya tidur satu jam lebih tiga puluh menit. Namun rasa kantukku tiba-tiba hilang saat pelajaran olahraga. Karena hari ini ada tes fisik.
“ Adugh… capek bangeettt…!! Keluh teman-teman sambil menuju tepi lapangan basket
“ Iya nich, cpek banget apa lagi aku belum tidur.” Kataku
“ Kamu sih keterlaluan banget Tya, telephone aja sampek segitunya.”
“ Ya maaf, namanya ja lagi folling in love. Tapi, boleh ngak aku tiduran dipangkuanmu, bentar aja kok?”
“ Ya boleh-boleh aja. Mumpung ngak ada Pak Bambang.”
Malam harinya Dika menelephoneku lagi. Namun tidak seperti kemarin karena bisa-bisa besok ketiduran dikelas. Heheheh…….. J
*******
Hari sabtu pulang sekolah aku punya rencana ke warnet untuk mengerjakan tugas TIK. Namun aku tak sendirian karena aku ditemani Dika, soalnya dia mengembalikan dasi yang dipinjamnya tadi pagi. Tak mungkin jika dia mengembalikan kerumahku, karena aku sedang ada masalah dengan orang tuaku gara-gara ada tetangga yang syirik. Tanpa aku sadari ada sebuah pesan dari Hendri. Karena malas ponselku aku taruh begitu saja. Akhirnya Dikalah yang membalas pesan dari Hendri, entah apa yang mereka bicarakan. Namun ada sebuah pesan yang tidak sengaja aku baca “ Tolong jaga Tyas baik-baik selama aku di Semarang. Jangan sampai kamu menyakitinya. Kalau kamu menyakitinya, aku akan mencarimu walau sampai keujung dunia”. Setelah membaca pesan darinya aku segera menanyakannya pada Dika. Dan tak ku sangka-sangka, ternyata Rizky mengatakan bahwa dia adalah pacarku. Namun tak apalah, itu sudah terjadi.
“ Aku boleh daftar ngak jadi pacar kamu?” setelah itu Dika langsung bertanya
“ Apa kamu serius?” dengan malu-malu akupun menjawab “ Ya” dan aku berbalik bertanya padanya tentang perasaannya. Akhirnya Dikapun menyatakan perasaannya padaku, dan kamipun sudah menemukan kata sepakat bahwa kami akan menjalani hari-hari bersama sebagai pacar. Semenjak itu rasa dan harapanku pada Awan mati. Dan aku bisa menghapus kenangan-kenangan dan rasa sakit hatiku selama ini pada Awan dan Hendri. Aku sadar selama ini aku sangat bodoh, kanapa aku harus mencintai dan menunggu seseorang yang belum tentu mencintaiku. Aku sungguh sangat bersyukur bila rasaku pada mereka MATI.
SELESAI
inii cerita nyata tah kaa?????
BalasHapusfollow me back yaa..
hehehe..
stuffishhard.blogspot.com
Hehehe..... Ea Mbak nich nyata....
BalasHapusOk....